Cara Mengubah File Konfigurasi PHP(php.ini)

Posted on

Cara Mengubah File Konfigurasi PHP(php.ini)

 

Halo sahabat programmer, jumpa lagi dengan lambecode. Pembahasan kita kali ini tentang cara mengubah file konfigurasi PHP(php.ini). Sebagian programmer / programmer pemula(newbie) mungkin tidak mengenal file php.ini. Karena kebanyakan programmer yang mengenal php.ini merupakan orang yang terbiasa mengerjakan project dengan kapasitas yang tinggi. Seperti sistem informasi atau aplikasi lain yang butuh pengelolaan data yang besar. Jika hanya dalam proses belajar ngoding atau hanya mengerjakan project berbasis website sebagai pengalaman terbesarnya, tentu tidak akan mengenal php.ini. Oleh karena itu, baik pemula maupun yang telah mendalami konsep dari sebuah sistem yang besar ada baiknya untuk mempelajari konfigurasi dari php.ini.

Mengenal File Konfigurasi php.ini

php.ini merupakan file konfigurasi yang mengatur bagaimana PHP mengeksekusi semua perintah yang ditulis dalam kode program. Semua konfigurasi PHP berada dalam satu file ini. Oleh karena itu, sangat penting bagi programmer untuk mengenal dan lebih mendalami file konfigurasi ini. Dimana letak / lokasi file konfigurasi php.ini? File php.ini ada di sistem windows atau berada dalam direktori php yang ada dalam xampp.

Untuk lebih mengetahui dimana lokasi file php.ini, lakukan pencarian dengan cara menjalankan web server apache dengan xampp. Setelah itu, masukkan url localhost atau port 127.0.0.1 pada address bar web browser anda. Setelah itu temukan menu phpinfo() pada side bar sebelah kiri.

phpinfo() menyediakan semua informasi dari konfigurasi PHP termasuk lokasi dimana file php.ini berada. Untuk melakukan konfigurasi terhadap file php.ini tidak dapat dilakukan di phpinfo() pada halaman browser. Tetapi harus membuka file php.ini terlebih dahulu. Oleh karena itu, kita harus membuka phpinfo() untuk menemukan dimana lokasi file php.ini berada. Lokasi php.ini berada pada C:\xampp\php\php.ini. dapat dilihat pada informasi phpinfo(). Perhatikan gambar di bawah ini untuk lebih jelasnya.

konfigurasi file php.ini

Membuka File Konfigurasi php.ini

Setelah mengetahui lokasi file php.ini, di sini kita akan membuka dan mengetahui apa saja yang penting dan perlu di ubah pada file tersebut. Seperti yang telah disebutkan di atas, lokasi file php.ini ada di C:\xampp\php\php.ini. Buka file tersebut pada direktori PHP. Untuk membuka file tersebut, ada baiknya menggunakan editor. Gunakan editor yang biasa digunakan. Atom, sublime, notepad++, bracket, dll. Semua editor itu dapat digunakan untuk membuka dan membaca file php.ini. Di sini kami menggunakan sublime sebagai contoh.

php.ini

Mengubah File Konfigurasi php.ini

Sebagai seorang programmer yang akan atau sedang mengerjakan project, tidak semua konfigurasi pada file php.ini diubah. Hanya beberapa yang penting dan sebagai alat untuk membuat aplikasi yang dibuat bekerja lebih optimal. Selain itu, kebutuhan pembuatan sistem menjadi terpenuhi. Berikut ini setting yang perlu diubah dari file php.ini

Display Error

Display Error menjadi elemen yang penting untuk dilakukan konfigurasi. Karena jika error pada sistem tidak ditampilkan, programmer ataupun developper akan merasa kesulitan ketika dalam sistem terjadi kesalahan atau eror. Untuk memecahkan masalah pada sebuah sistem, programmer memerlukan display dari masalah tersebut. Ketika sudah melihat display dari masalah yang ada, maka programmer dapat memperbaiki masalah yang ada. Untuk menampilkan error atau tidak ada pada elemen berikut :

  • display_errors=On/Off
  • display_startup_errors=On/Off
  • error_reporting=E_ALL & ~E_DEPRECATED & ~E_STRICT

Tag PHP

Pada umumnya tag PHP memiliki 3 jenis, yang pertama secara default yaitu <?php…?>, yang kedua short open tag <?…?>, dan yang terakhir yatiu asp tag <%…%>. Secara default, php menggunakan tag yang pertama. Sedangkan tag yang kedua dan ke tiga dibuat off. Cara penulisan tag php di sini tergantung dengan kebiasaan programmer menggunakan tag yang mana. Ini hanya opsional bisa diubah atau tidak. Namun akan sangat penting untuk mengetahui hal ini. Berikut ini cara mengaktifkan short open tag dan asp tag dari php.

  • short_open_tag=On/Off
  • asp_tags=On/Off

Upload File

Baik website maupun sistem informasi, pasti membutuhkan upload file ke server. Oleh karena itu, php harus memiliki fitur ini. Semua konfigurasi telah ada di php.ini. Secara default, php telah menyediakan fitur ini. Namun untuk maximal file yang diupload hanya 2MB, dan maximal jumlah file yang diupload adalah 20. Pertanyaannya, bagaimana jika file yang akan diupload lebih dari 2MB? File tersebut kebanyakan berupa file .sql atau dokumen pdf. Berikut ini adalah solusinya. Ubahlah batas maximal dari kapasitas upload dan jumlah file yang masuk.

  • file_uploads=On
  • upload_max_filesize=10M(Opsional bisa lebih)
  • max_file_uploads=50(Opsional bisa lebih)
  • post_max_size =8M(Opsional bisa lebih)

Waktu Eksekusi

Waktu eksekusi file menjadi hal yang sangat penting dalam proses pembuatan sistem yang besar. Durasi yang dibutuhkan untuk mengeksekusi suatu perintah yang sangat banyak akan sangat lama. Oleh karena itu, waktu eksekusi di sini sangatlah penting. Jika tidak di seetiing, maka akan menampilkan error server timeout atau gateway timeout. Yang perlu diganti pada file php.ini adalah waktu eksekusi dari perintah dan waktu eksekusi pada saat proses input file. Karena sistem yang besar akan mendapat banyak input file yang juga besar. Berikut ini konfigurasi yang harus diubah.

  • max_execution_time=60(Secara default 30)
  • max_input_time=600(Secara default 60)

Manajemen Memory

Memory atau tempat penyimpanan merupakan salah satu elemen yang harus diperhatikan. Karena konsumsi proses yang dilakukan pada saat eksekusi perintah disimpan sementara di memory. Penyediaan kapasitas atau ruang penyimpanan memory merupakan hal penting. Kapasitas memory disediakan sesuai dengan sistem yang menggunakan memory tersebut. Jika sistem yang digunakan sangatlah besar, memory yang disediakan juga harus besar. Berikut ini konfigurasi untuk mengatur manajemen memory.

  • memory_limit=128M(Secara default mengikuti jumlah kapasitas yang tersedia dari RAM Komputer/PC)

Setelah melakukan konfigurasi terhadap file php.ini, lakukan restart server apache agar hasil perubahan konfigurasi dapat tersimpan dan digunakan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *